Menjadikan Villa Hunian Hari-Hari
Para Desainer merancang sebuah desain villa untuk tempat diaman mereka dapat menghilangkan kepenatan atas kesehariannya. Namun terkadang ada kendala dalam memiliki villa. Adanya beberapa halangan di atas membuat orang berpikir panjang atau bahkan membiarkan keinginan punya villa jadi mimpi kosong. Padahal ada cara lain yang lebih sederhana. Mengapa tidak kita jadikan saja rumah villa sebagai tempat tinggal kita? Dengan cara ini kita akan bisa menikmati suasana liburan dan bebas stres setiap hari. Inilah beberapa hal yang perlu Anda lakukan.
1. Pemilihan lokasi.
Rumah villa tidak harus dibangun di lokasi wisata ternama. Coba luangkan waktu berkeliling di area pedesaan sekitar tempat tinggal Anda. Sebidang tanah di tepi sungai yang mengalir jernih atau tanah kosong di tengah area persawahan juga cocok untuk mendirikan rumah villa.
2. Memeriksa kondisi lahan.
Setelah Anda berhasil membeli lahan itu dari pemilik awalnya, periksa kondisi tanah dan situasi di sekitarnya. Hal ini nantinya Anda perlukan sebagai acuan untuk membuat desain rumah villa dan pengadaan sarana pendukung seperti listrik, air dan sistem pembuangan limbah rumah tangga.
3. Membuat desain rumah villa.
Kita senang menghabiskan liburan di villa karena ada banyak hal di sini yang tidak ditemukan di kehidupan sehari-hari di kota. Beberapa di antaranya adalah gaya bangunan villa yang khas, misalnya rumah gaya country atau gaya tropis. Anda bisa juga memilih gaya arsitektur tradisional seperti rumah joglo dengan area sosial yang menyatu dengan luar ruangan, atau gaya rumah adat Bali yang sarat detil. Bila suka yang praktis, bisa pilih gaya desain rumah minimalis yang dikelilingi dinding kaca agar pemandangan indah dapat dinikmati dari dalam ruangan. Untuk mendapatkan hasil terbaik, Anda bisa berkonsultasi pada ahli di bidang desain rumah.
4. Mengurus perijinan dan mengenal lingkungan sekitar.
Agar tidak terjadi masalah di kemudian hari, dokumen yang berhubungan dengan kepemilikan tanah dan ijin mendirikan bangunan perlu diselesaikan sebelum mendirikan konstruksi apapun. Sambil menunggu pengesahan semua dokumen penting, Anda bisa gunakan waktu untuk bersosialisasi dengan para pemilik tanah di sekitar lahan Anda, para tetangga, dan perangkat desa setempat. Silakan mengenalkan diri dan asal Anda. Beritahukan bahwa keseharian mereka mungkin akan terganggu karena pembangunan yang akan Anda laksanakan.
5. Pengadaan material.
Material harus disesuaikan dengan gaya rumah villa yang Anda kehendaki. Jika lokasi rumah villa cukup jauh dari pusat kota, pilihlah material terbaik yang bisa didapatkan di sekitar lokasi. Membeli material dari kota berisiko menambah pengeluaran, karena biaya transportasi material pasti lebih besar. Jangan mudah terpikat pada material dengan harga murah karena bisa berdampak pada daya tahan bangunan.
6. Pelaksanaan pembangunan.
Setelah semua dokumen dan material siap di tempat, pembangunan rumah villa bisa dimulai. Libatkan para pekerja yang telah terpercaya agar rumah villa yang didirikan tidak melenceng dari desain awalnya. Namun sikap fleksibel juga diperlukan jika sewaktu-waktu perubahan rencana tidak dapat dihindari. Saat membangun rumah villa, perhatikan agar jangan sampai sisa adukan semen atau bahan bangunan lain mencemari tanah di sekitarnya. Hal yang membedakan rumah villa dengan rumah perkotaan adalah suasana alami, dan ini bisa didapatkan dengan menanam sebanyak mungkin tanaman dan pepohonan di sekitarnya. Baik taman tropis atau taman minimalis tidak akan bisa terealisasi jika tanaman tidak dapat tumbuh subur karena kualitas tanah yang kurang baik.
Bila membutuhkan desainer interior dapat ke website kami di archiness.net
Comments
Post a Comment