3 Ciri Rumah Tahan Gempa

Indonesia merupakan salah satu negara dengan intensitas gempa cukup sering. Hal ini membuat banyak arsitektur nusantara akrab dengan rumah tahan gempa. Faktanya, konsep rumah tahan gempa memang sudah diimplementasikan oleh para leluhur nusantara melalui rumah-rumah tradisional yang ada.
Kini, bangunan modern-pun mulai banyak yang mempertimbangkan konsep rumah tahan gempa untuk memastikan daya tahan yang lebih baik. Apa saja karakter dan ciri dari desain konsep rumah tahan gempa? Berikut penjelasan singkat mengenai ciri penting rumah tahan gempa yang perlu kamu ketahui.

Kualitas Tanah di Mana Rumah Tahan Gempa Berdiri

Tanah Rumah Tahan Gempa
Pada saat terjadi gempa, permukaan tanah adalah salah satu komponen alam yang paling terpengaruh. Untuk memastikan desain rumah tahan gempa, pastikan tanah di mana hunian berdiri memiliki kepadatan cukup baik, keras, dan tidak porus sehingga getaran yang terjadi akibat gempa tidak mengubah permukaan tanah terlalu ekstrem yang berakibat rusaknya struktur bawah bangunan.

Perencanaan Denah Rumah Tahan Gempa: Simetris dan Sederhana

Denah Rumah Tahan Gempa

Tahukah kamu, bahwa denah rumah yang simetris dan sederhana (tanpa bentukan dan aksen berlebihan) sangat baik untuk rumah tahan gempa? Hal ini dikarenakan bentukan simetris membantu memperkokoh struktur dan membuat penyebaran gaya merata. Struktur seperti ini dapat menahan gaya gempa Iebih baik karena kurangnya efek torsi dan kekekuatan yang lebih merata.

Konstruksi Khusus Rumah Tahan  Gempa

Rumah Tahan Gempa Konstruksi
Kunci utama dari konsep rumah tahan gempa berada pada strukturnya. Struktur rumah tahan gempa harus mampu menyalurkan gaya inersia gempa ke pondasi dan ke tanah. Hal ini membuat tingkat fleksibilitas dari struktur rumah tahan gempa berserta bahan bangunan yang digunakansangatlah penting. Untuk memperjelas, berikut penjabaran beberapa elemen struktur rumah tahan gempa.

Pondasi yang Digunakan

Pondasi Rumah Tahan Gempa yang Digunakan
Struktur paling bawah dari rumah tahan gempa ini berfungsi untuk menyalurkan beban ke tanah. Selain harus berdiri di tanah dengan permukaan yang keras, kedalaman minimum dari pondasi haruslah 60 hingga 75 cm.
Selain itu, struktur pondasi rumah tahan gempa juga harus terhubung kuat dengan sloof melalui pembuatan angkur antara sloof dan pondasi dengan jarak 1 m.

Pemilihan Beton

Pemilihan Beton Rumah Tahan Gempa
Sebagai bagian umum dari konstruksi bangunan, komponen beton pada rumah tahan gempa harusnya dengan komposisi pasir (agregat halus, kerikil (agregat kasar) air dan semen yang presisi sehingga mengurangi resiko terjadinya retakan yang berujung pada patah atau runtuhnya beton pada saat gempa.

Beton Bertulang

Rumah Tahan Gempa Beton Bertulang
Dalam membuat konstruksi rumah tahan gempa, struktur beton bertulang perlu diperhatikan. Selain memastikan tulangan telah dihitung dengan detail sehingga mampu menahan beban inersia gempa, pastikan juga komposisi dari campuran beton diukur dan dicampur dengan presisi sehingga beton bertulang yang dihasilkan memiliki kualitas terbaik.

Comments

Popular Posts