Ini Ciri Tempat Tidur Bayi Aman
Memilih desain tempat tidur bayi sekarang ini bisa dibilang susah-susah gampang. Apalagi untuk kamu yang baru saja dikaruniai putra/putri pertama. Sebagai orang tua, kamu pasti mau memberikan yang terbaik untuk si kecil–termasuk memastikan kalau tempat tidurnya aman dan nyaman. Walaupun kamu akan memonitor bayi setiap saat, penting untuk memilih tempat tidur bayi yang relatif aman dengan pengawasan minimum. Nah, supaya tidak salah pilih, berikut adalah ciri-ciri tempat tidur bayi yang aman untuk anak:
Usahakan beli tempat tidur bayi yang baru atau memenuhi standar terkini
Layaknya teknologi, para produsen tempat tidur bayi pun terus berinovasi dalam urusan keselamatan. Banyaknya kasus bayi yang cedera gara-gara jatuh dari tempat tidurnya, atau bahkan alergi dengan material yang digunakan membuat para produsen tempat tidur bayi bekerja lebih keras. Membeli tempat tidur keluaran terbaru merupakan opsi paling ideal, sebab keselamatan bayi pun terjamin.

Budget sangat terbatas? Jika kamu terpaksa membeli yang bekas, Kania sarankan untuk membeli tempat tidur bayi yang usia furniturnya tidak lebih dari 3-4 tahun. Pemerintah Amerika Serikat pun lebih menyarankan orang tua untuk menghindari membeli tempat tidur bayi bekas. Mereka bahkan menindak tegas jika ada orang tua atau pihak mana pun yang menjual tempat tidur bayi bekasnya. Ya, kegiatan jual beli yang satu ini bahkan termasuk ilegal loh!
Perhatikan model tempat tidur bayi yang aman
Kalau kamu sekarang sedang sibuk browsing tempat tidur bayi, pasti kamu pernah melihat model tempat tidur bayi dengan rel sisi yang bisa dibuka pasang (drop-side cribs). Kelihatannya sih memang menarik, sebab kamu bisa dengan mudah membersihkan kasur atau meletakkan si bayi tanpa harus terlalu membungkuk. Tapi apakah model tersebut aman? Belum tentu!

Menurut komisi keselamatan konsumen Amerika Serikat, model tempat tidur drop-side berbahaya bagi anak. Kesalahan dalam perakitan atau instalasi bisa mengancam keselamatan hidup anak. Hal ini juga berhubungan dengan usia anak beranjak dewasa atau mulai berdiri, pendeknya rail sisi tempat tidur bayi ketika diturunkan bisa berpotensi membuat mereka terjatuh. Jadi, meskipun di Indonesia sepertinya belum ada larangan khusus, ada baiknya jika kamu memilih model yang dirancang kuat & stabil.
Lepaskan plastik dari matras tempat tidur bayi

Mungkin kesannya sepele alias tidak terlalu penting, tetapi plastik yang melapisi matras tempat tidur bisa berbahaya juga untuk si bayi. Meskipun nantinya tempat tidur tersebut akan dilapisi sprei, tetap lepaskanlah plastik dari matras.
Selain karena alasan tidak nyaman, ada kemungkinan juga si anak bisa menjangkau ujung sprei tanpa sengaja. Kulit bayi yang sensitif bisa tambah parah kondisinya jika terpapar plastik yang higienitasnya tidak terjamin. Kamu tentu mau menghindari hal ini kan?
Pastikan ukuran jarak dari teralis yang mengelilingi tempat tidur bayi aman

Jika bicara tentang tempat tidur bayi, mungkin salah satu hal yang paling dikhawatirkan oleh orang tua adalah takut si anak terjepit di antara terali. Jarak antara terali satu dengan yang lainnya, tidak boleh melebihi 2 3/8 inci. Ukuran ini merupakan ukuran standar yang sudah dipastikan tidak akan muat dengan badan bayi.
Jika jarak terali pada tempat tidur bayi anak terlalu renggang, hal yang ditakutkan adalah badan atau kepala mereka terjepit. Ya, jika si anak terhitung aktif biasanya mereka akan berusaha keluar dari tempat tidurnya.
Comments
Post a Comment